Mereka Yang Merindukan Kehangatan Natal

Pandemi Covid-19 menyebabkan hilangnya sukacita Natal tahun ini. Selain kesulitan dalam biaya operasional, banyak anak-anak di panti asuhan yang tidak bisa merayakan Natal sebagaimana biasanya.

Bulan Desember yang biasanya meriah dengan keceriaan dan kehangatan perayaan Natal, kali ini berbeda. Pandemi yang terjadi membuat kegiatan ibadah dan kegiatan berkumpul dibatasi dan ditiadakan.

Padahal biasanya banyak kegiatan digelar, termasuk berkumpul dan berbagi sukacita Natal bersama anak-anak yatim di panti asuhan dan anak dari keluarga prasejahtera.

“Biasanya kami jalan-jalan, diajak menghadiri perayaan di gereja, makan-makan. Sekarang yang mengunjungi saja sudah jarang,” ujar Gracia, salah satu anak di Panti Asuhan Berkat Kasih Immanuel.

Pak Gideon, salah satu pengurus dari Panti Asuhan Rumah Shalom juga menuturkan kisah yang sama. Sukacita kemeriahan Natal tidak dirasakan anak-anak. Beratnya menjalani pembelajaran jarak jauh dengan fasilitas panti yang terbatas semakin memengaruhi psikologis mereka.

“Sudah begitu lama anak-anak berada di dalam panti. Dengan fasilitas yang seadanya, mereka juga harus tetap belajar secara daring. Natal yang harusnya menjadi kesempatan mereka untuk jalan-jalan dan menghadiri acara dan perayaan pun sekarang tidak bisa mereka rayakan.”

Selain sukacita dan kehangatan Natal yang berbeda bagi anak-anak panti asuhan, pandemi Covid-19 juga berdampak pada operasional panti asuhan. Banyak panti asuhan yang mengalami kesulitan dalam memenuhi asupan makanan anak-anak dampingannya. Demikian juga soal biaya pendidikan dan sekolah anak-anak panti serta biaya sewa rumah panti yang harus dipenuhi.

“Sempat terpikir untuk memulangkan mereka semua kembali ke daerah masing-masing. Namun, kebanyakan mereka juga anak-anak yatim piatu, kemana mereka akan pulang?” ujar Pak Matius Ginting, pengurus Panti Asuhan Benih Iman Tunas Bangsa. Kesulitan yang sama juga dirasakan oleh para pengurus panti.

Kondisi ini menggerakkan FoodCyle Indonesia untuk berbagi keceriaan Natal bagi anak-anak panti asuhan. FoodCyle Indonesia mengajak masyarakat agar berbagi kebahagiaan untuk 500 anak panti asuhan, agar anak-anak ini bisa tetap merasakan kehangatan dan sukacita Natal di tengah kondisi yang penuh keterbatasan seperti sekarang. Donasi yang terkumpul akan dijadikan bingkisan Natal berupa makanan siap saji, buku-buku dan juga mainan.

Harapannya, bingkisan sederhana ini bisa membawa kehangatan Natal kepada mereka, meski dalam kondisi perayaan Natal yang terbatas. Kebaikan Sobat FoodCycle sekalian turut menghibur anak-anak kurang beruntung yang tidak bisa merasakan kehangatan dan sukacita Natal ini.

Untuk berdonasi klik disini linktr.ee/foodcycleindonesia

Gallery

1/1