• FoodCycle Indonesia

Ini Sebabnya Indonesia Mendapat Predikat Negara Penghasil Sampah Makanan Terbanyak Kedua di Dunia

“Wah, ternyata sawinya sudah layu, tidak bisa dipakai lagi.”

“Masih ada sisa roti yang belum termakan, ternyata sudah keburu basi.”

“Pisang ini sudah hitam sekali. Kayaknya lebih baik dibuang ya?”


Beginikah kejadian sehari-hari di rumah Sobat Food Cycle? Kamu tidak sendirian. Setiap orang Indonesia membuang 300 kg sampah makanan per tahun. Kalau sampah ini dikalikan dengan total penduduk Indonesia, akan cukup untuk memberi makan 28 juta orang! Jumlah yang banyak sekali, kan?

Makanan yang terbuang bukan saja memubazirkan uang, tetapi juga berdampak besar bagi lingkungan. Mengapa? Ketika sampah makanan ini membusuk di TPA, terbentuk gas metana yang 27 x lebih mematikan daripada gas karbon dioksida. Ingat bencana ledakan di TPA Leuwigajah, Bandung pada tanggal 21 Februari 2005 yang menelan ratusan jiwa? Nah, sampah makanan ini salah satu penyebab bencana tersebut. Mengerikan ya, Sobat Food Cycle.

Adakah cara untuk mengurangi sampah makanan ini? Tentu saja ada banyak. Tetapi sebelumnya, kita perlu tahu lebih dahulu apa saja yang menyebabkan sampah makanan.



1. Petani dan Pedagang termasuk Retail Besar seperti Supermarket


Sayuran yang berbentuk kurang ‘cantik’ biasanya dibuang karena jarang konsumen yang menginginkannya. Padahal gizinya sama saja. Sayang sekali, ya Sobat Food Cycle?

Makanan yang mendekati masa kadaluarsa pun biasanya harus disingkirkan dari rak pajangan di supermarket karena adanya regulasi Pemerintah. Padahal makanan tersebut masih sangat layak makan.

Salah satu organisasi sosial bernama Boston Area Gleaners di Amerika Serikat, berusaha menyelamatkan kelebihan hasil panen dan memberikannya kepada orang yang membutuhkan. Dalam satu tahun saja mereka berhasil mengumpulkan 163 ton sayur dari berbagai petani. Wow! Jumlah yang fantastis!



2. Penyimpanan Makanan yang Kurang Baik


Tidak semua orang mengerti bagaimana cara menyimpan bahan makanan agar tahan lama. Apakah kamu juga mengalaminya, Sobat Food Cycle? Sayur yang baru dibeli beberapa hari lalu ternyata sudah layu dan membusuk tanpa sempat dimasak. Sampah makanan pada tahap ini bisa sangat dikurangi jika setiap rumah tangga memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara menyimpan makanan dengan baik. Ingin tahu caranya? Kami membahas tips dan trik untuk cara penyimpanan makanan yang baik di artikel minggu depan.




3. Sisa Potongan Sayur yang Terbuang saat Memasak

Pernah merasa sayang dengan sisa potongan sayuran yang terpaksa dibuang pada saat memasak? Misalnya ujung wortel , batang brokoli, atau bagian dekat akar sayuran hijau. Walau terlihat hanya sedikit, ternyata jika dikumpulkan cukup banyak sisa sayuran yang terbuang. Jangan buru-buru dibuang masuk tempat sampah, ya. Kamu bisa memanfaatkannya untuk membuat kompos atau bahkan mengolahnya lagi menjadi makanan lain, misalnya dijadikan kaldu sayur.



4. Sisa makanan yang tidak habis termakan

Ikut arisan atau kenduri? Wah pastinya menyenangkan sekali berkumpul bersama sahabat atau keluarga sambil bersantap bersama. Tetapi pernahkah Sobat Food Cycle memperhatikan adanya makanan berlebih yang tak termakan? Ya, biasanya banyak sekali. Mulai dari lauk pauk sampai dengan kue-kue yang tersisa dari acara arisan, kantoran, apalagi pesta pernikahan biasanya menghasilkan banyak makanan berlebih.

Food Cycle, sebagai organisasi sosial yang memiliki visi Zero Hunger dan Zero Food Waste, mengumpulkan makanan surplus ini untuk kemudian dibagikan kepada orang yang membutuhkan. Kami bekerja sama dengan yayasan lain untuk distribusi makanan surplus. Saat ini yang paling aktif adalah Yayasan KDM dan Second Chance Initiative sebagai penerima donasi makanan berlebih dari pesta pernikahan.


Keterangan gambar : Makanan surplus yang sedang dikumpulkan dari venue pesta pernikahan


Program kami diawali dengan kerjasama dengan Bridestory dengan kegiatan yang dinamakan A Blessing To Share. Program ini mengumpulkan kelebihan makanan dari pesta pernikahan untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang kurang beruntung.

Setelah A Blessing To Share, Food Cycle meluncurkan kembali program lainnya untuk menyelamatkan lebih banyak makanan berlebih, yaitu Bread Rescue (program kerjasama dengan toko roti) dan Lunch Sharing (program kerjasama dengan perusahaan untuk membagi makan siang yang berlebih). Dengan demikian, semakin banyak makanan yang terselamatkan dan semakin banyak komunitas yang bisa kami jangkau dan bantu.

Apakah Sobat Food Cycle juga tertarik untuk ikut mendukung program Food Cycle? Hubungi kami jika kamu ingin berdonasi lewat program A Blessing To Share, Bread Rescue atau Lunch Sharing di kantor Anda. Mari bersama-sama kita mengatasi masalah kelebihan makanan.

0 views

FOODCYCLE INDONESIA

+62 812-1041-3018

FoodCycle Hub: Ruko Petersburg - Gading Serpong. Jl Kelapa Puan Raya Blok AE1 No 5 

Bank Account: Yayasan Daur Pangan Nusantara - BCA - 5255800911